Siapa yang tidak tahu sosok Raden Ajeng Kartini atau Raden Ayu Kartini? Setiap tahun, mulai anak sekolah sampai para pejabat tinggi turut serta merayakan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk memperingati Hari Kartini 2017, sutradara kondang Hanung Bramantyo mempersembahkan sebuah karya film bertajuk Kartini, yang mengangkat kisah hidup seorang pelopor kebangkitan perempuan pribumi, yang sepanjang hidupnya memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua orang, terutama hak pendidikan untuk perempuan.

Film ini menggambarkan kehidupan Kartini dalam masa pingitan, karena pada saat itulah Kartini memulai pemberontakan yang menjadi memicu perjuangan kesetaraan gender yang kemudian dikenal sebagai emansipasi.

Foto Keluarga Kartini dalam film Kartini

 

Film yang dirilis pada 19 April ini berlatar masyarakat Jawa tahun 1890-an yang berhasil membuat kita merasakan benar-benar ada pada zaman itu.

Ini terbukti pada acara nonton bareng bersama Komunitas Penggerak Pecinta Film Indonesia (KPPFI) dan Himpunan Artis Pengusaha Seluruh Indonesia (HAPSI) yang berlangsung pada April lalu di XXI Plaza Senayan, Jakarta.

Usamah Hisyam selaku Pembina HAPSI menyampaikan, film Kartini yang penuh haru ini harus ditonton oleh kaum pria. Bagaimana RA Kartini melepaskan diri dari keterpasungan birahi laki-laki. “Saya pikir sangat bagus. Dapat dijadikan satu ketetapan upaya perjuangan wanita dari keterpasungan nilai-nilai tradisi,” ucap Usamah seusai nobar.